September 25, 2011

Cinta Tak Punya Alasan

Pagi sudah menyapa dunia ketika Karenina masih sibuk dalam tidurnya. Tidak ada resah sama sekali ketika didapatinya mentari telah menyembul dari celah – celah dinding kayu rumahnya. Yang ada malah semakin dirapatkannya selimut rumah sakit -garis hitam putih- untuk menutupi kepalanya yang terus berdenyut tanpa kompromi sejak semalam tadi. Didengarnya suara ibunya di belakang sana memanggil – manggil namanya namun Karenina tetap bergeming, meringkuk tanpa gerak. “Ninaaaaaaaaa”.

Dia hanya mau menenangkan diri sebentar saja, melepaskan penat yang sehari kemarin benar – benar menguras tenaganya. Namun suara ibunya sayup – sayup mulai mendekat ke ujung pintu kamar tidurnya yang hanya ditutupi kelambu.

“Ya Allah….anak perawan jam segini belum bangun ? Subuh nak, sholat subuh. Matahari sudah naik tuh” ibunya kini telah berdiri di ambang pintu sambil membawa panci sayurnya, didekatinya anak semata wayangnya itu. ditaruhnya panci di atas meja belajar Nina.

“sakit nduk ?” ibunya berusaha mengintip wajah Nina, disibakkannya sedikit ujung selimutnya. Lalu diperiksanya kening anaknya itu.

Nina melenguh “iya bu, pusing.” Melihat wajah anaknya yang memang sedikit pucat, ibu Nina segera berdiri dan tidak melanjutkan pertanyaan lain.

“ya sudah, sholat dulu ya nduk. Habis itu tidur lagi” Lalu ditinggalkannya anak gadisnya yang tak bergerak sama sekali namun ternyata sudut mata bulatnya telah mengembun, basah.
***
Dilihatnya jam dinding kamarnya menunjuk angka 05.20 dan Nina belum sholat subuh. Apa Kau mau menerima shalatku, Tuhan ? Nina bertanya sendiri dalam hatinya. Mendengus pelan.

Lalu diseretnya kaki yang masih kaku itu keluar kamar, melewati ruang tengah, dapur, dan berhenti pada kamar mandi. Dibukanya penutup padasan –tempat air wudlu yang terbuat dari gentong- itu dengan lemah. Ditariknya tiba – tiba ujung jarinya yang telah menyentuh air. Tubuhnya menegang ketika air yang menyentuh kulitnya ternyata sangat dingin.

Dimulainya ritual wudlu itu dengan kilat, dia tak tahan harus lama – lama bersentuhan dengan air es itu. Dan sehabis wudlu tubuhnya memang bereaksi negatif, dia menggigil sampai giginya mengeluarkan bunyi gemeretak. Tidak biasanya air ini begitu dingin, padahal ini juga matahari sudah agak naik, sudah tidak gelap, dan rasanya embun juga sudah menghilang dan hanya menyisakan tetesan di atas dedaunan saja.

Ruang shalat itu kecil, hanya berukuran 3x2 namun bersih. Terletak di antara kamar tidur ibu dan dia. Ruang shalat yang kadang dijadikannya tempat curhat bersama ibu sehabis shalat berjama’ah, tapi itu dulu sebelum Nina bersekolah di kota yang mengharuskannya kos. Maklum, jarak antara rumah dan kosnya begitu jauh. Jadi, mau tidak mau dia harus kos.

Di sisi kanan terdapat gantungan mukena, di kirinya berjejer Al – Qur’an dan kitab – kitab kuning yang pernah dipelajarinya semasa SMP dulu di masjid dekat rumahnya. Dipandanginya sejenak kitab – kitab itu, perasaan sedih menyerang ketika jemarinya berhasil menyentuh mereka. Apakah semua yang aku pelajari sia – sia, Tuhan ? lalu segera disambarnya mukena miliknya dan mulai menunaikan dua rakaat subuhnya sebelum matahari benar – benar memperingatkan paginya.

Nina masih bersujud. Tenggorokannya sakit menahan tangisnya sendiri. Dia tidak mau tangisnya sampai terdengar oleh telinga ibunya yang sedang berada di luar sana. Digenggamnya kuat jemari mungilnya sampai memutih, dipukul – pukulkan ke lantai tanah yang terdiam di bawahnya.

Nina mengutuk dirinya sendiri, juga mengutuk hidupnya, yang tidak punya ayah, yang tidak punya apa – apa, yang tidak punya…uang. Masih jelas diingatannya ketika siang tadi dia mendatangi ruang BK untuk melihat hasil pengumuman PMDK beasiswanya di salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Tubuhnya lemas ketika dilihatnya tak ada nama Karenina Wijaya di sana. Harapan satu – satunya melayang begitu saja. Tak ada uang, tak ada masa depan. Pikirnya. Dia ingin menangis saat itu juga. Di sana. Namun, rasa gengsi yang tinggi menghalanginya. Karenina Wijaya yang lincah, ceria, pemberani, angkuh menangis di hadapan orang ? tidak. Tak semudah itu aku akan menangis.

Andai saja aku punya ayah, tidak akan mungkin aku hidup seperti ini. paling tidak, dialah yang akan berjuang keras menyekolahkanku, membiayai semua kebutuhanku, bukan ibu yang lemah itu, wanita super yang tak pernah memperlihatkan kelemahan di hadapan putri tunggalnya itu.

Namun, pertanyaan ini sering bergelut dalam otak Nina. Kemana sebenarnya ayahnya ? ibu bilang meninggal, namun dia tak pernah tahu dimana dia dimakamkan. Setiap Nina membuka pertanyaan tentang ayah, ibu selalu menjawab dengan senyum “ayah kamu meninggal di laut, kapal yang dia tumpangi terguling dan jasadnya tidak pernah ditemukan”

Nina tersenyum kecut pada dirinya sendiri. Namun, malam tadi tangisnya memuncak sampai kepalanya sakit dan berlanjut subuh ini. Setelah itu dia tertidur di sana sampai matahari tengah dalam perjalanannya.

Bersambung...
Read more »

Tears - SNSD

[taeyeon] hayan byol bichi eegaman odumi
[taeyeon] jo moriso nal milo naego itjyo
[sunny] hwanhan mi soro geudaereul bara man bwado
[sunny] nan ee iroghe jaguman morojyo gayo

[tiffany]*geudaereul boreumyon geudaereul chajeumyon
[tiffany] baramee dwi oso naegyote wajwoyo
[seohyun] amudo moreuge ana jooseyo
[seohyun] naega geudaereul neugil soo itdonrok
[seohyun] geudaen geurohge onjena nae gyote

[yuri] paran haneul ee geudal mooldeul in gojyo
[yuri] nae sarangeul araborigi joneh
[jessica] nal bomyo seulpo marayo nae mam noonmolye yemireul andamyon
[Jessica] geudaedo ije ooseul sooga issuyo

[taeyeon] *geudaereul boreumyon geudaereul chajeumyon
Haessali dwioso nae gyote wajwoyo
[tiffany]Hwanhan misoro bichwo juseyo
Naega geudaerul neugil soo obsodo
Geudaen geurohge onjena naegyote

[seohyun] Love~ naye ee noraega yongwonhan naye baraem deul chorom
Geudae eh do deurinayo
[taeyeon] Iroghe soomanheun choo ogeul namgigo
[all]Ojik nan geurae man saengak haneun de

Geudaereul booreumyon geudaereul chojeulmyun
Bitmoolee dwe oso naegyote wajwoyo
[taeyeon]Oosan sok naege sogsagyum juseyo
Geudaereul naegado saranghaetdago
Geuraesp naega apeudogo

Rarara~

[Jessica]Ottoke haeyajin halsoo itnayo
Geudael jongmal saranghae nae ma eum eul
Ijen ottoke naye ee sarangeul

[taeyeon]Gogi issuyo jigeum geudaereulGeu srarangeul ijeneun naega … I love you

 TRANSLATION

The white starlight, the black darknessis pushing me away from far
When i look at you with my smileI always become farther apart

*When i call you, when i look for you
Come to me as the wind
Hug me in secret
So i can feel you
You are always next to me

The blue sky has dyed you.
Before you find out about my love
Don't feel bad for me, if you understand my tears
you will be able to laugh too

* When i call you, when i find you
Come to me as the wind
Hug me in secret
So i can feel you
You are always next to me

Love~ Like my song is my wind forever
Do you hear it too?
You leave so many memoriesI only think about you

When i call you, when i find you
Come back to me as the rain
Whisper to me under the umbrella.
I loved you more
so i am hurting more

How can i convey it to you
My heart that really loved you
How is my love

over there, like that
That love I will now...I love you
Read more »

Ini Insomnia ?

Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.(wikipedia)

Gila ya. Ini penyakit kambuh lagi. Padahal sudah dapat terapi dari ayah waktu libur lebaran kemarin, dan alhamdulillah berhasil aku jalankan di rumah. Hm, awal-awal balik ke Surabaya sich emang tidurnya jam 9 malam gitu, soalnya di rumah terbiasa tidur jam segitu dan bangunnya pagi-pagi terus. Lah, ini udah dua mingguan di Surabaya eh insomniaku kumat lagi. Semalam aku tidur pas azan subuh. Gila jeh....terus molor sampai jam 10 (untungnya lagi gak sholat). Sekarang aku bingung bagaimana cara merubah pola tidur lagi.

Beberapa pakar mengatakan (ngutip dari mbah google) kalau insomnia disebabkan oleh keadaan psikologis, yaitu punya masalah. Glek, aku menelan ludah saat membacanya. Yeah, aku emang punya masalah berat, berat banget sampai aku bingung gimana nyari jalan keluarnya. Jujur ya, emang ini semua salahku, aku yang mulai, dan aku yang harus bertanggung jawab dengan perbuatanku sendiri.

Tips dari beberapa sumber sich cara untuk mengatasi insomnia adalah tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur; cahaya yang redup dan tidak berisik. Yang ini agak susah, masalahnya di depan kos aku tuh jalan raya, ramenya minta ampun, apalagi kalau ada kondangan seperti semalam itu. Huaaaaaaaaaa nangis darah. Ada dangdutannya pula. Rawrrrr...pengen ngaplok yang punya gawe itu. Hiks hiks....pokoknya satu dech, aku anti sama obat penenang atau obat tidur gitu, takut jadi ketergantungan.


insomnia oh insomnia....
Read more »

September 24, 2011

Dosa


menjamah segala yang tak ingin terjamah
bergelut bersama pasir di bibir pantai
membuih...memutih
melenguh resah bersama kasih

ombak mulai berpuisi
lalu pantai memuji diri
di bawah kaki langit beradu rindu
berdendang biru tanpa ragu

bibir mengurai manja setiap kata
diselingi cumbuan bidadari surga
malaikat menyeringai
sedang setan terus membuai

lalu terbuai bersama rasa
tubuh menerima saja
sedang logika membuta
nafsu bermain saja



Read more »

I'm Sorry I Love You

Aku telah di hadapmu. Sangat jelas mataku mampu menangkap seluruh gelagak tawa dan canda yang kau buat untuk teman - teman kita. Aku bisa mendengar renyah tawamu membahana di sana sini. Senyummu Nay, senyum yang begitu ku rindukan, senyum yang selama ini terus melekat dalam pelupuk mataku. Caramu menatapku Nay, matamu yang bulat penuh dengan cahaya itu sangat meneduhkan, pendarnya memancarkan sinar yang membuat damai siapa saja yang melihatnya, termasuk aku. Sungguh, aku bisa tersenyum bahagia melihatmu seperti itu. Tak ada hal lain yang bisa aku lakukan selain bersyukur pada Tuhan bahwa kau masih diberi kesehatan, dan aku masih diberi kesempatan untuk menikmati hari ini bersamamu, meskipun tidak benar-benar berdua denganmu....  

Aku mencintaimu....Naya, tidakkah kau tahu itu ? tidakkah sedikit saja kau melihatku di sini dan sejenak menatap mataku yang begitu berhasrat untuk mengungkapkannya padamu ?


Ku tundukkan pandangku, mengeja setiap kata yang seharusnya aku katakan padamu sekarang. Dan seharusnya aku menyeretmu dan memintamu untuk mendengarkan setiap kata dalam pengakuanku.
Naya, cinta pertama yang tak pernah lepas dari setiap lembar catatan harianku. Wanita pertama yang berhasil membolak - balikkan perasaanku selama lebih dari empat belas tahun. Bukan waktu yang singkat kan Nay selama empat belas tahun itu aku memendam rasa padamu ?
Namun sayangnya, sama sekali aku tak bisa mengejanya dengan benar. Aku tak bisa merangkainya Nay, kegugupanku mengalahkan segalanya, ketakutanku mengaburkan semuanya.
Aku ingin, tapi tak bisa Nay. Aku tak bisa mengatakannya padamu. Ada sesuatu yang begitu kuat mencengkeran leherku, menarik ujung lidahku, mencegahku untuk tidak mengatakannya padamu

Dan maafkan aku jika telah lancang mencintaimu, Nay....


Read more »

kalian emang "endel"

sumpah ya, gw kagak ada niat atau bahkan napsu buat ngerebut cowok lo. idih...mantan ya mantan. udah dech, gak perlu sebegitu protect nya kali sama cowok lo, kasian tuh, musti diam-diam buat sms an sama gw. lo tu kebangetan banget dech, lo pikir gw masih suka apa sama cowok lo ? masih demen gitu ? yang namanya masa lalu ya masa lalu jeng, dia tuh udah jadi daftar blaclist gw. masa' gak bisa bedain apa, mana teman biasa mana bukan. gw tuh udah biasa aja sama cowok lo. huh. lo nya aja tuh yang over, takut ini takut itu, kalau cowok lo masih suka sama gw ya itu urusan cowok lo, bukan urusan gw. dia cuma masa lalu. toh gw juga udah punya laki sendiri. sekali lagi ya, jaga tuh mulut, kalau perlu disekolahin lagi dech...capek tauk ngurus lo sama cowok lo yang "endel". bukannya gw pernah bilang ya, sekali gw mutusin buat pergi, gw kagak bakalan pernah nengok apalagi nyapa, kalaupun gw sms dia tuh cuma buat silaturahim doank, kagak lebih. gw cuma anggap temen lama yang gak pernah ketemu, itu doank....kalo lo takut cowok lo suka lagi sama gw atau bakal kehilangan cowok lo, cepetan nikah dech. gitu aja kok repot ?
Read more »

Surat Kecil

Aku melihat gadis kecil itu mengendap – endap di dalam kelasnya sendiri. Kepalanya bergerak, memutar ke kiri ke kanan mengamati isi kelas dan daun pintu yang sedang terbuka. Lalu, setelah dirasanya keadaan aman dia mulai mencari bangku yang dia tuju. Bangku seorang anak laki – laki yang berada dua deret sebelah bangkunya. Lagi – lagi gadis kecil itu mengamati daun pintu yang terbuka lebar, seakan takut ada yang memergokinya buru – buru ditaruhnya kertas putih yang terlipat rapi itu ke dalam tas coklat tua di depannya. Deg deg deg. Aku bisa melihat wajah gadis itu panik ketika seorang temannya tiba – tiba muncul dari pintu. Si gadis kecil itu lagsung berjingkat – jingkat kecil, berpura – pura hendak mengambil sapu di pojok ruang. Lalu dipandangnya teman kelasnya itu, dia hanya mengambil sesuatu dari dalam tas sekolahnya dan setelah itu kembali meluncur ke luar kelas tanpa mempedulikan gadis kecil itu. Dan gadis itu melepas napas lega.
Diamatinya anak laki - laki bercelana pendek itu dengan seksama. Di sela jam pelajaran agama, diliriknya lagi anak laki - laki itu antara takut dan malu. Dalam hatinya bertanya, apakah anak laki - laki itu telah menemukan kertas yang dia taruh ? Aih, wajah gadis kecil itu memerah karena malu sebab anak laki - laki itu berhasil memergokinya sedang melirik dirinya yang sekarang sedang tersenyum penuh arti, tanda tanya besar.

Aku menyukaimu

Siapapun yang membaca tulisan itu pasti merasa geli dan mengelengkan kepalanya, anak seusia itu sudah bisa menulis surat cinta? puber sebelum waktunya.
Surat kecil itu membawa dampak besar dalam hidup laki - laki itu, dari dulu sampai sekarang...Aku tetap menyukaimu, begitulah balasan surat kecil dari laki-laki kepada si gadis yang kini telah beranjak dewasa....
Read more »

Kepada Seorang Sahabat

kerinduan tak menyisakan ruang pengadu

air mata pertanda saja
sedang dada terguncang linu
hanya telinga mendengar saja

Aku tak tahu kenapa tiba-tiba saja begitu merindukanmu, teman ? ada rasa kehilangan yang begitu besar melandaku ketika takkan ku temukan kau di lebaran kali ini
Ada sebuah sesal yang menggerogoti ujung hati, membuatnya menyesak, lalu bertambah sakit ketika waktuku bersamamu ternyata dulu begitu ku sia-siakan, terlewatkan, ku abaikan...
Rasanya air mata pun tak sanggup melisankan rindu yang begitu membuncah di dalam dada Ta. aku benar-benar merindukanmu...

Aku merindukanmu, lisanku kelu Ta, terbungkam oleh suara tangisku sendiri.
Aku merindukanmu sahabat, inginku seperti zaman SD, SMP ketika kita masih duduk berdua, sebangku. tak peduli sedang dalam keadaan marahan, kita tetap berdua. kau ingat, berapa tahun kita berdua duduk dalam bangku yang sama ? mulai TK mungkin ya, SD, SMP.... hampir 10 tahun...aku kangen....kita besar bersama-sama, masih ingat kan bagaimana tingkah polah kita waktu kecil ? yang seringkali bertengkar? yang seringkali melemparkan mainan kita ke rumah masing2 ? ah, aku tergelak saat membuka kembali memori itu. saat kita sedang tertawa bersama, saat latihan atletik bersama, saat berangkat sekolah bersama, saat duduk bersama, saat kau nyontek PRku, saat kau nyontek kertas ujianku, hehehehe. saat semuanya. saat-saat indah yang sulit ku lisankan...

jarak memisahkan kita waktu SMA. saat itu aku memutuskan untuk sekolah di nganjuk, sedang kamu tetap di gondang. dari sanalah, sekat persaudaraan kita semakin melebar, semakin memperjauh hubungan kita, entah kenapa tiba-tiba saja tak ada sapa, tak ada obrolan, tak ada canda seperti sebelumnya. hubungan kita semakin merenggang. hampir tiga tahun kita berdiri dalam jalan yang berbeda. rumah kita berhadapan, kau temanku, sahabatku, saudaraku sendiri yang memang masih punya hubungan keluarga namun kenapa kita begitu jauh ? kita seperti orang asing, jika bertatap tak ada sapa, senyum pun tak ada, kita sama-sama melengos, tak menganggap adanya masing-masing. apakah seperti itu ? atau sebenarnya akulah yang salah ?

dan ketika masuk kuliah, telah dua semester. aku dikejutkan oleh kabar bahwa selama tiga tahun ini kau menganggapku sombong. deg. tertohok jantungku Ta. terpukul hatiku. perasaan sedih dan sesal merayap di hati. aku ingin menangis saat itu juga. benar, akulah yang salah. yang meninggalkanmu dalam keegoisanku sendiri, dalam kesombongan yang ku kobar-kobarkan. aku yang salah. maafkan aku telah melalaikanmu, saudara....akulah yang tak punya banyak waktu untuk sekedar mengobrol saja. dan aku menyesal terlambat mengetahui itu hingga masa-masa yang seharusnya bisa kita berdua lewati tertelan oleh egoku sendiri, maafkan aku....:'(

kau tahu, aku begitu merindukan masa-masa kita berdua ngaji bersama di masjid desa kita. saat itu kau adalah salah satu dari tiga biang kerok tukang onar di tempat ngaji. hahaha. kau adalah orang yang ceplas ceplos dan apa adanya yang suka mengganggu guru ngaji kita. kau adalah gadis tangguh, tegar. aku tahu itu dari dulu....
aku merindukan semuanya, semua tentangmu, terutama tawamu yang lebar yang selalu terdengar sampai rumahku itu

Juwita, pulanglah....aku merindukanmu nduk....Januari 2012 terlalu lama. kau tahu, beberapa hari yang lalu saat ngobrol bersama salah satu teman kita dan membicarakanmu, aku hampir menangis. aku benar kehilangan. di saat semua teman kita akan mengadakan kumpul, kenapa kau malah pergi jauh ? kau terlalu jauh, Ta...dan saat kau menelepon malam2 itu, diam-diam mataku berkaca-kaca, aku merindukan suara cemprengmu, ceplas-ceplosmu. aku merindukanmu saudaraku...
hei, kau baik-baik saja kan ? jaga kesehatan ya...

kami merindukanmu Ta...semua...
kalau kau menelponku saat ini (saat menulis note ini) past kau temukanku menangis. demi Tuhan, aku merindukanmu. merindukanmu :'(

Ya Allah, sampaikanlah salam sayangku untuk teman, sahabat, saudaraku di sana. jaga dia Ya Allah. Kau jauhkan dia dari kami, maka lindungi dia, sayangi dia :'(

terlalu banyak kenang yang terukir di dalam hati, terlalu banyak kenang yang tertancap di ujung mata, dan terlalu banyak cinta yang ku simpan untukmu saja, saudara...



Read more »