January 12, 2012

Puisian

aku hanya berpuisi. menjilat kata tanpa makna. merangkai rima tanpa nada. seperti mengikuti laju angin menggerus debu yang bertebaran liar.

hidup. terkadang membenci laju denah arah dariNya. terkadang berontak otak serta jiwa. mencoba menepis garis halus takdir yang Dia punya.

mendamba sekisahan syahdu para anak muda. melontarkan kalimat manis dan rayuan gila. menenggelamkan jiwa dalam euforia SMA

seikat mawar terantar di pelataran. d depan pntu kayu rumah tua bercat biru muda. pesan rindu tertulis syahdu. darinya, sang pendamba cinta

sebentuk hati. katanya manis. tergambar jelas di tatap teduh matamu malam itu. sambil merangkul angin. bercumbu dengan sabit.

katanya lelah. katanya lelah. katanya resah menatapmu gelisah. katanya susah mendamba dengan payah.

heart. di sisi pusara pagi. terdiam. memandang gumpal awan hitam di atas sana. mendung bergelayut di atas pelupuk mata. menawarkan hujan

secawan rindu. selembaran diary berserakan. mata berkaca. memburam lalu suram. menelusuri ribuan memory. tergigit sakit hati di dalam sana.

tetap setia bersama malam. berduaan menunggu pagi datang. titikan air langit menemani. jeritan hati menggema ria. meronta minta disapa.

pernah tw bagaimana rindu menuliskan sekisahan dongeng sendu? seperti semalamku bergelut brsama malam. mencoba merangkai tulisan sesembahan

sepujangga. menorehkan deretan kata dalam lembar bening tanpa noda. merangkai apik tulisan maya. sepersembahan hati kepada yang dijanji.

menggagah kesah. berselimutkan gundah. membalikkan raga. menutup mata. memejamkan hati. mengukir mimpi. melukis guratan harap.

kehilangan napas cinta. seperti seekoran nila terasing di tepian kolam. satu-satu mengeja kalimat perpisahan kepada sang banyu.

jari-jari menari. menuliskan setiap sabda penutur kata. hei, kepada malam ku persembahkan selaguan rindu. untuk penunggu hati di luar sana

penat. jengah melambatkan gairah. dalam teriakan sembilu mengadu rindu. pertengkaran hati dan otak menjadi.

meniduri mimpi. bergelayut dalam padang tandus. gersang mencumbu mata. mengorek dahaga. dalam bisik mengeluh resah. kepada langit menebarnya

menjilat ujung ombak. berbuih pasir bergelut. berderma langit pada pantai. mengikat sinar pada lambaian kelapa muda. sepasangan jiwa muda.

bulan keduaku mengadu. tersedu dalam gugup raut wajah sayu. diselingi ceritaan cinta. seperti dongengan pengantar malam kelam

seperti puisi yg terjaga di malam gulita. seperti sepi menunggu riang menerjang. seperti pesakitan yang duduk dalam penantian panjang

kedalaman hati mengukur rindu. berselang senja di bawah garis langit. memburai kata dengan seksama. berlidah seru memadu satu
Read more »

January 9, 2012

Sementara

sementara pagi menjejalkan kabut,
aku masih terselubung di balik selimut garis2 rumah sakit.

Sementara langit menawarkan cerah wajah pagi,
aku masih menekuk muka menahan perih

sementara sejuk pagi mendamaikan,
aku membuat risau sekitar dengan kesakitan bertubi

sementara dunia membuka lebar matanya pada perubahan,
aku masih saja diam menutup rapat kedua mataku.

Sementara tawa menggelegar di antara ibu2 di depan,
aku tetap meringis menahan tangis karena perih, perutku sakit.


Namun sementara. Hanya sementara saja. Sebab nanti pasti aku bangun kembali.
Read more »

Kali Ini

meringkuk di atas kasur. Menahan perih perut. Mencoba berdialog dengan sakit. Sambil sesekali menguar memori...

Hidup berubah, namun memori tidak

memikirkan hukum balas membalas, sebab akibat. Asap dan api.

Sekiranya permainan ini tak pernah berujung, aku hanya mau terakhirnya pada suamiku, Tuhan hanya kepada dia semua berawal dan berakhir dan hanya satu2nya.

Sekiranya aku boleh meminta, bahagiakan kembali mereka yang pernah terampas bahagianya olehku. Sembuhkan luka mereka. Dan kembalikan dunia mereka ketika sebelum mengenalku. Hapus aku dari ingatan mereka saja.

Sekiranya boleh aku berlutut, Tuhan aku hanya mau diadili dengan lapang, dan jika mendapatkan luka dari pria yg sekarang, aku ikhlas demi membasuh dosa kepada mereka. Demi membayar luka mereka.

Sekiranya boleh aku merendahkan diri, kali ini Tuhan dengarkan ungkapan terima kasihku saja, bukan protes apalagi meminta.

Terima kasih telah sempat menghadirkan lelaki2 luar biasa dengan hati suci dan murni ke dalam 21 tahun hidupku.
Terima kasih telah mengajarkan sesuatu luar biasa kepadaku.
Terima kasih Tuhan,

Dan akhirnya, kali ini aku menutup rapat memori cinta 2011 dengan berkaca-kaca. Maaf... Aku memulai tanpa kalian.

Masih ku cengkeram perutku. Perih lambung semakin membuat mataku buram. Aku butuh obat. Maagku kambuh.
Read more »

January 4, 2012

Jujurlah !

basi. basi. basi.

perempuan sialan. jalang.

tolong katakan itu kepada saya. tolong lemparkan kepada saya kalimat paling menjijikkan yang bisa anda buat sepanjang hidup anda. kepada saya, wanita sinting yang telah merusak mimpi bahagia anda. sebab dengan begitu saya akan merasa puas dan lega.

jalangkan saja saya. perkatai saya dengan perbendaharaan kata paling hina yang anda punya. jangan ditutupi. jangan sembunyikan kekesalan anda pada saya. katakan kepada saya bahwa saya ini busuk. bahwa saya ini hina. seperti apa yang telah saya lakukan kepada anda.

jujurlah. agar saya tidak menerka-nerka pandangan anda pada saya. jangan seolah-olah menganggap saya tetap baik meskipun dengan jelas saya sudah sangat menyakiti hati anda. jujur, saya merasa bersalah dan sangat menyesal telah melakukan itu semua pada anda. saya menyesal memberikan harapan gila pada anda. harapan yang pasti hanya berada di angan-angan saya saja.

saya rasa permohonan maaf atas luka yang saya torehkan pada anda belum cukup. sujud pun rasanya masih kurang untuk mendapatkan pengampunan.

hei. apa saya terlihat lebay? terlalu alay dalam mengungkapkan ini? lalu, seperti apa aslinya? tolong katakan pada saya. katakan yang sebenarnya bahwa anda kecewa dengan saya.
saya takut. sangat takut jika anda membuat perkataan "mampus saja kau wanita jalang. suatu saat pembalasan bakal lebih kejam dari apa yang kau lakukan padaku!"
apa kalian akan mengatakan seperti itu padaku? berserapah selayaknya kutukan?
tidak. jangan. saya pikir anda semua orang baik yang mau memaafkan saya. saya yakin benar. sebab, orang-orang baik seperti anda memang benar tidak ditakdirkan bersama wanita jalang macam saya. benar kan? jadi Tuhan mencintai anda, Tuhan menyelamatkan anda dari belenggu setan wanita macam saya. seperti itu, ya kan?

demi Tuhan, saya tidak berniat untuk menyakiti hanti anda. saya hanya...belum siap. rasanya belum siap. rasanya memang benar saya menginginkan cinta dari anda, hanya saja....suatu ketika cinta itu lenyap, musnah karena kekurangsiapan yang muncul dari saya. rasanya....saya tidak percaya pada hubungan pcaran. apa itu pacaran? mainan! maafkan kekolotan dan kedangkalan pola pikir saya, atas keegoisna yang selalu saya kedepankan. saya belum bisa berubah sepanjang 2011 ini.

satu hal yang pasti. saya begini karena saya pernah gagal sekali dan itu rasanya sangat sakit. sakiit. sakit. dan setelah itu....apa yang saya pikir soal pacaran, hubungan pria dan wanita tidak pernah saya yakini keadaannya. dan saya hanya sering mencibir. cih. apaan? dan saya MUNAFIK. MUNAFIK. MUNAFIK.

untuk 2011 (kaleidoskop)
mulai dari mbing, kamu tuh yang buat saya begini! apa saya terlihat menyalahkan dia? YA. saya , menyalahkan dia. dia yang membuat saya begini. mau protes dengan pernyataan saya ini? silakan. sebab saya tidak akan pernah menarik kata-kata saya atas kesalahan yang dia lakukan pada saya. mau bilang yang lalu bairlah berlalu? bisa saja saya mengatakan itu dengan mudahnya, namun....sekali membuat sakit, itu akan terkenang selamanya.

mas ja**d, maafkan karena tiba-tiba dulu meminta anda untuk menjuhi saya, sebab saya masih kecil dan masih polos jika harus diarahkan ke arah lebih serius. dan ada beberapa hal yang membuat saya harus memutuskan hubungan. saya belum bisa dan rasanya tidak bisa melanjutkan itu. lelaki baik, akan mendapatkan wanita yang baik mas, tenang saja....bukan aku orangnya....

mas a**, maafkan saya karena meninggalkan anda karena dengan tiba-tiba perasaan saya lenyap. ternyata sesuatu yang kilat itu memang tidak pernha bisa bertahan lama mas, LDR itu yang membuat saya semakin tidak bisa. bukan LDR sebenarnya masalah utamanya. semuanya ada di saya, saya yang salah. maafkan saya memberi harapan palsu padamu. tenang mas, anda orang baik...anda akan mendapatkan wnaita yang baik pula....

t**n, tidak pernah berpikir bakal seperti itu. maafkan saya. maafkan segala salah yang pernah saya perbuat pada anda. maafkan atas kelancangan saya memberikan harapan palsu pada anda. anda yang datang, dan saya yang harus pergi duluan. LDR, satu alasan ketidakbisaan saya menjalin hubungan dengan anda. saya tidak mau jauh. namun saya yakin, anda orang baik dan akan mendapatkan yang baik pula....

re**i. penghujung 2011 yang menyesakkan dada. membuat perasaan bersalah semakin membuncah. melukai anak manusia seperti anda membuat saya takut. maafkan kelancangan saya atas pemberian harapan gila dan palsu itu. maafkan saya telah melukai anda. membuat hidup anda semain berantakan. dan maffkan karena lagi-lagi saya tidak siap menjalani hubungan, terlebih hubungan LDR yang ke3 yang saya pikir akan baik-baik saja. semoga anda mendapat ganti yang lebih baik dari saya....wanita sempurna seperti apa yang anda inginkan..

ad**. demi Tuhan, anda terllau baik kawan. anda lebih tepat menajdi sahabat saya. anda teman kecil saya. anda tau benar bagaimana saya. 14 tahun bukan waktu yg singkat untuk memendamnya namun maaf jika saya tidak bisa mengatakan apa yang seharusnya saya katakan seperti apa yang anda katakan pada saya. sebab, tidak ada rasa sama sekali. kita bersaudara. kita sahabat. bukan begitu? dan semoga anda mendapatkan wanita yang sangat baik seperti anda....

doa yang selalu saya tuturrkan adalah semoga anda sekalian yang pernah saya sakiti dan tinggalkan mendapatkan wanita yang baik dan memang pantas bersanding dengan anda, bukan saya. saya yakin bukan saya. sebab, dari kalian semua tidak ada yang membuat saya merasa nyaman dan klik kecuali mbing yang telah menyakiti saya. well, mbing anda telah menemukan wanita baik seperti anda. bukan saya. dan nyatanya memang benar, mbing meninggalkan saya karena saya tidak cukup baik untuk mbing. kesalahan dan kekurangan terletak pada saya. segala bodoh dan jalangan ada di dalam diri saya. pantas saja semua menjauh dari saya.

well, saatnya interospeksi diri. saatnya menutup memori 2011. saya ingin membuka lembaran baru 2012 tanpa nama kalian di dalam hidup saya. tapi, bukan berarti saya melupakan kalian. kalian tetap menjadi teman saya dan bagian dari hidup saya yang tidaka akn mungkin saya usik lagi. selamat tinggal sayang....

posting status terakhir saya untuk kalian :

PERHATIAN: saya yakin kalau anda sekalian mencari saya, ya kan? selalu mengintip facebook saya, melihat saya update apa, iya kan? ck ck ck ck. plis, saya mohon berhentilah melakukan hal bodoh. lupakan saya, tinggalkan cewek sinting ini. percuma saja anda menunggu saya datang kembali kepada anda sebab saya tidak akan pernah kembali. saya playgirl yang telah berpuas hati mempermainkan hati anda sekalian. saya racun. saya rubah betina. hahahahaha. cari wanita lain yang pantas mendapatkan hati baik anda. oke? SEKIAN dan TERIMA KASIH dan tidak ada yang perlu dikonfirmasi lagi.
Read more »

December 31, 2011

Maria


dan kalaupun itu mimpi, keinginan untuk terbangun lagi adalah nol besar. sebab aku ingin tetap di sana. ruang maya yang selalu menyatukan kita

Sedang tertidur di bantalan kursi tua ruang tamu rumah mungil di pojokan kota angin. Sambil dihirupnya sebatang rokok bergabus cokelat dan sesekali mengepulkan asapnya ke udara. Kaki kanannya ditumpukan di atas dengkul kirinya, menyilang bebas. Sementara sebelah tangannya ditaruhnya di dahinya yang agak lebar. Matanya terpejam menahan nikmat khas rokok yang sering dia bibiri itu.

Samar – samar lagu Ayyy Girl-nya JYJ mengalun dari dapur kecil di sebelah ruang tamu. Menambah sensasi kekoreanan di rumah itu. Sebuah poster besar menempel di dinding ruang tamu, poster 2PM. Bantal penghias kursi pun adalah SuJu. Sandal tidur milik perempuan yang tengah bernyanyi kecil itu pun gambar SNSD. Dan masih banyak benda lain yang berbau korea terselip di beberapa sudut rumah. Ditatapnya rumah itu berkeliling, dan Benny hanya menggeleng ringan, dasar wanita.

“Maria….,” Benny berbisik lirih. Diraihnya rambutnya yang acak – acakan itu. Dan menyisirnya ke belakang. Dahinya yang agak lebar terlihat lebih jelas. Tahi lalat yang menitik di sudut kirinya tergambar seperti lukisan tinta hitam yang sering dibulatkan lebar oleh Maria. Benny menyentuhnya. Mengusapnya beberapa kali. Dan dia tersenyum geli. Lalu Sekali lagi disisirnya dengan jari – jari tangannya rambut yang entah telah bebrapa hari belum dikeramasi itu.

“Benny…., tolong ambilkan kantong plastic di lemari situ donk,” teriak Maria dari dapur, sempat membuat dada Benny berloncatan. Ah Maria, mengagetkanku saja.

Bergegas Benny bangun dan meletakkan puntung rokoknya di asbak yang telah disediakan Maria di meja tamunya. Lalu diseretnya kakinya ke lemari yang terletak di sudut ruang tamu.

“Ria…. Ada isu global warming kok masih pakai kantong plastic sih?” gerutu Benny asal – asalan.
“Mau ditaruh mana lagi kalau bukan kantung plastic, Ben?” teriak Maria dari dapur.
“taruh di hatiku aja” goda Benny
“emang mau?” balas Maria genit.
“maulah, apa sih yang nggak mau buat Maria?” balas Benny tak kalah genit. Setelah menemukan kantung plastic hitam besar dia bergegas menuju dapur.
"beneran nih…” kerling Maria saat mendapati benny telah berdiri di sampingnya
“suer…” jawab benny sambil mengacungkan jari tengah dan telunjuknya membentuk huruf V
“oke. Taruh tuh sampah ke hatimu” ucap Maria sambil melirik tempat sampah yang berdiri di bawah kakinya. Lalu mengerling genit ke mata Benny sambil tersenyum manja.

“ih………..gemes deh” dicubitnya pipi tembem Maria dengan gemas. Maria yang sedang memegangi bawah merah dan pisau tidak bisa membalas perlakuan Benny.
“Benny…nakal ah, jahil banget sih?” gerutu Maria sebal. Dikerucutkannya bibir tipis merah jambunya.
“abisnya kamu gemesin sih” jawab Benny sambil mengusap – usap pipi mulus Maria.
Ditatapnya lebih dalam mata cokelat tua perempuan yang tengah berdiri sepuluh senti dari tubuhnya. Maria yang sedang diperhatikan seperti itu merasa sedikit rikuh. Hendak diputar tubuhnya menghindari Benny, namun lebih dulu tangan Benny meraih lengannya dan mengambil pisau yang masih digenggam Maria dan meletakkannya ke meja dapur sebelahnya, juga bawang merah yang masih di genggam tangan kiri Maria.

Maria merasakan jantungnya berdegup lincah saat Benny menyentuh lengannya, juga ketika mata Benny memandangnya dengan cara berbeda. Maria semakin kikuk. Dikedip – kedipkannya matanya yang tidak kelilipan itu. ditelannya ludahnya berulang kali untuk sedikit mengusir gugup saat wajah Benny sudah sangat dekat ke wajahnya. Jarak sesenti, hidung mereka beradu. Napas mereka bersentuhan, hangat. Keduanya merasakan gemuruh liar di dadanya masing-masing.

***

Benny membuka matanya. Di atas karpet merah ruang tamunya. Dia tertidur seketika setelah berhasil melepas sepatu dan kaos kakinya. Tubuhnya terasa sangat letih. Digerakkannya kakinya yang meringkuk. Juga seluruh badannya yang terasa habis dipukuli. Diliriknya jam dinding, 23.25. Benny memutar paksa tubuhnya dan menimbulkan bunyi di ujung pinggangnya. Ditendangnya udara sampai dia berhasil duduk. Wajahnya yang letih dan rambutnya yang acak - acakan membuat Benny semakin tak bergairah untuk membersihkan diri. Sudah cukup seperti ini saja.

Rumah sangat sepi. Hanya sesekali terdengar raungan anjing milik tetangga rumah. Juga titikan air keran di kamar mandi. Lampu ruang tamu dibiarkannya mati. Hanya cahaya perak dari kamar Maria yang memberikan sedikit cahaya di ruang tamu. benny tersentak kaget. Dilihatnya pintu kamar Maria yang terbuka. Benny bergegas bangun. Terlonjak dadanya mendapati kamar Maria terbuka seperti itu. Dilarikannya tubuh letihnya ke pintu kamar Maria. Jantungnya bergemuruh. Keringat dingin menyapu tubuhnya. Matanya membulat. Disandarkannya bahunya di daun pintu kamar bercat cokelat muda itu. Benny menghela napas. Tubuhnya beringsut ke lantai. Dipeluknya lututnya sendiri. dan Benny akhirnya menangis setelah tiga bulannya Maria pergi.

Kamar yang rapi....
in memoriam, Maria Santaseiza 27 September 2011




Read more »

December 19, 2011

Ndri, Rasanya mau mati Saja :'(

Ndri.... Ndri....
Kematianmu menyisakan duka mendalam. Entah. Seharusnya aku tidak boleh melarutkan diri dalam kesedihan kan? tapi rasanya sepeninggalmu dari duniaku, semua terlihat sangat menakutkan Ndri... tidak ada lagi genggam tangan yang menenangkan saat ketakutan menghimpitku seperti malam-malam lalu. Ndri...kembalilah. Aku kesepian :'(

di lantai 6 gedung kampus. ku perhatikan sekitaran di bawah sana. berkeliling mataku melihat pemandangan yang menyesakkan. dan angin meniup kencang. menerbangkan helai-helai rambut sepinggangku. membuat bulu-bulu halus lenganku berdiri. tidak berapa lama rintik hujan turun. membasahi lantai yang ku pijaki. perlahan, ku beranikan diri mendekati pagar pelindung yang mengelilingi balkon. sejenak ku pikirkanmu, Ndri....bagaimana kalau aku menyusulmu segera? :'(

ku genggam erat pagar besinya. ke cengkeram dengan jari-jariku yang tak seberapa besar sampai urat-uratnya terlihat. dan ku pejamkan mata. berusaha menikmati udara dalam detikan akhir. air mata merembes juga akhirnya. dadaku sesak dihimipiti beban seberat itu. tenggoorkanku tersumbat oleh kesakitan yang tak punya lekang. sakit. Ndri....sakit sekali. kebebasanku terampas Ndri. aku ingin mati saja Ndri :'(

hujan pun deras. ku biarkan basah berpeluk di tubuhku. ku buka mata. ku rasakan air-air langit menusuk sadis tulang-belulangku. dingin. namun persetan dengan segala ini. biar dingin akan ku lalui. biar sakit akan ku tempuhi. dan persetan juga dengan kalian dan kalimat-kalimat hinaan. ini hidupku, pilihanku, hak asasiku, kebebasanku, bukan begitu ndri? Ndri....ndri.....bilang iya padaku Ndri? katakan sesuatu padaku. setidaknya berikan penenangku yang selama ini kau berikan padaku, obat itu Ndri :'(

adakah kesalahn jika aku seperti ini Ndri? kenapa segalanya seperti sebuah jarum yang terselip dalam lembaran bajuku? Ndri, dimanakah letak kebebasan dan pengakuan atas hak asasi? Ndri...salahkah aku jika seperti ini? salahkah aku jika membedakan diri dari mereka? Ndri....jawab aku. Ndri....aku hanya mau menjadi diirku sendiri. tidak menirukan mereka sama sekali. sudah puluhan kali ku katakan, ini hidupku. segala perbuatan dan resikonya ku tanggung sendiri. peringatan yang sering mereka tujukan padaku memang baik, hanya saja.....maaf, aku tidak bisa menjadi seperti apa yang kalian minta. ini hidupku. dan jika pembedaku membuat kecewa kalian, maaf. sebab aku adalah aku :'(

langit gelap. hujan pun terlihat egois. enggan memberhentikan guyurnya di bumi tempatku berdiri. kilat menyambar di langit sebelah sana seperti naga pencari mangsa. kematian melambai-lambaikan tangan. memanggil lirih. membisikkan kalimat pengakhiran. lalu aku jatuh. tersungkur di lantai. tergeletak tak berdaya dengan napas setengah-setengah.

Ndri....bagaimana jika aku mati saja? menyusulmu dengan segera? :'(
Read more »

December 15, 2011

Rindu pada Andri

rindu masih memecah malam. hening. begitu kata gelap pada tetes-tetes hujan di luar sana.
di sudut kamar berpenerang lilin merah besar meringkuk gadis berkaus lengan panjang hitam selutut, kaosnya kebesaran. kaki telanjangnya menyentuh ubin hitam yang lembab dan dingin. kaus yang dipakainya tak cukup kuat menahan dingin yang menyerang seluruh tulang dan persendiannya. sesekali ditiup-tiupkan udara dari mulutnya untuk mengusir dingin yang menggemeretakkan gigi-gigi timunnya. wajah ovalnya yang pucat sedikit tertutupi oleh urai rambut panjangnya. hanya terkadang mata bulatnya yang mengerjap-ngerjap pelan, memberikan tanda masih ada kesadaran.

"ndri.....aku hampir mati," bisik rindu pada handphonenya. berharap nama andri muncul dan memanggil-manggil dirinya. berharap ringtone In heaven-JYJ mengudara di kamar gelap itu.

"ndri.....aku sakit," ditulisnya dengan gemetar sebuah pesan singkat yang dengan jelas tidak akan pernah diterima oleh si penerima.

"ndri....ndri....ndri.....aku rindu," suaranya semakin serak, tubuhnya semakin meringkuk. di dekapnya erat handphone mungilnya. diciumnya berkali-kali gantungan handphonenya dengan gemas. diremas. lalu ditangisi.

isaknya mengalahkan rintikan hujan. bersama sisa kilat yang masih terlihat jelas dari balik korden jendela, dibentangkannya seratusan kata rindu pada langit, pada andri. diharapkannya sepoi angin malam ini turut bekerja sama dengannya untuk menyampaikan berita duka atas kesakitannya karena rindu, rindu pada andri, lelakinya.

klik. lampu neon 50 watt memberi terang. membuat gelap melarikan diri dari kamar. membuat hening berujung. dilihatnya meja belajar yang berantakan. dengan segenap tenaga, dibangunkannya tubuh ringkih yang menggigil kedinginan itu. lalu diseretnya kedua kaki telanjangnya ke meja, dan duduk, dan menidurkan kepalanya di sana. kepalanya berat. matanya mengerjap-ngerjap. setelahnya gerak matanya berhenti pada bingkai pigura emas yang tertata rapi di sebelah lampu tidurnya. sepasangan senyum terlukis di sana.

diraihnya pigura dengan gambar dua makhluk di dalamnya. dibelainya dengan lembut. lalu dikecupnya dengan penuh kasih. "aku rindu, rindu pada andri," air matanya meleleh. dibiarkannya saja tangisnya mengudara. dibiarkannya bersahutan dengan suara gemericik air yang sedang terjun dari pucuk-pucuk genting.

nyanyian malam bermain manja. seperti dawaian biola terngiang indah di telinga. dentingan jarum jam di dinding kamar memecah sunyi ketika rintik telah berhenti. dan yang tersisa hanya buliran air mata yang tak bersuara. mata hanya sesekali berkedip. selebihnya hanya pandang kosong.

didekapnya erat gambarnya dengan andri. gambar yang sebulanan lalu diambil di bromo. dengan latar gurunan pasir. senyum tiba-tiba mengembang di bibir tipis rindu. rindu merindukan sesuatu.

diambilnya handphone dan pigura. lalu ditidurkannya tubuhnya ke atas kasur berseprei cokelat tua. ditatanya kedua benda tadi di sebelah boneka micky yang tergeletak di sudut bantalnya. lalu ditariknya selimut sehingga menutupi seluruh tubuhnya.
rindu meringkuk lagi. ditatapnya mata cokelat bulat milik andri di sana beserta senyum lima jari yang mengembang bebas. rindu merindukan andri.

mata rindu mulai lelah. sedikit panas dan pedih. lalu ditutupnya kelopak mata dengan kantung hitam yang mengelilinginya sambil sesekali merintih menyebut nama andri.

"ndri.....rindu merindukan andri," leleh tangisnya, mengalir lagi membasahi pipi mulusnya sampai terhenti di sudut dagunya. dan rindu terisak lebih keras. masih dengan terpejam di raihnya boneka micky, didekapnya erat. diciumnya.

"seperti apa surga itu, ndri?"
Read more »

December 14, 2011

Bersama (sama) Sendiri

kalau bersama jauh lebih indah, kenapa harus sendiri?

sejenak ku pandang langit yang mendung di atas sana. di bawah halte depan kampus ku teduhkan diri. berusaha mencari perlindungan dari hujan yang sebentar lagi menderas. siaL. aku ada janji dengan orang. ah, sial.. aku mengumpat sambil menendang-nendang kaleng bekas cola di depanku. dan sialnya lagi mengenai tubuh seorang lelaki jangkung yang tengah berlari menuju halte. hik. aku memutar tubuh. berusaha menyembunyikan diri dari tuduhan yang segera terlayangkan. aku menunggu. lama. tidak ada perkataan apapun yang keluar darinya. jangan-jangan...lelaki itu tidak jadi berteduh di halte? ah asik. ku putar tubuhku lagi. hea....lelaki itu telah duduk di sebelahku dengan tenang dengan headset menutupi kedua telinganya.

hujan deras. langit gelap. hampir maghrib. ringtone Baby Soul - Stranger ft Wheesung memecah suara hujan yang keras jatuh sampai tanah. antara aku dan lelaki bertudung jaket cokelat yang duduk melipat lengannya ke depan di sampingku itu hanya diam. tak menyadarinya. namun beberapa saat dia menoleh ke arahku. menunjuk-nunjuk tasku dengan dagunya. aku tidak mengerti. dilepasnya dengan kasar headset yang nyantol ditelinganya. aku yang masih belum sadar itu bunyi berasal dari dalam tasku sendiri mengernyitkan dahi padanya.
"apa?"
"HPmu bunyi" katanya dengan suara datar,
segera ku lirik tas selempangku. layar HP nyala.

1 message received

pertarunganmu dengan langit belum usai
masih ada jejak air surga yang menghalangimu bermain mata dengan para dewa

aku membaca kalimat indah yang tertulis rapi di sms itu. namun, rasanya aku bisa mendengar kalimat itu nyata bermain-main di udara. bunyiannya nyaring seperti....aku menoleh kepada laki-laki di sampingku. namun aku lihat bibirnya mengatup rapat. aku menoleh ke layar HP lagi. membaca lanjutan tulisan dengan heran. tiba-tiba aku bergidik. ngeri ah...magrib gini kata orang banyak setan yang berkeliaran. omigod. help....

1 message received

aku bisa membaca keterasinganmu pada langit
ketersesatanmu membawaku kemari, wahai bidadari
lihat aku, malaikat bersayap abu-abu mendatangi bumimu
dan biarkan sekali saja aku merengkuh ragamu
menenangkanmu dari ketakutan-ketakutan yang selama ini menghimpitmu

aku terdiam. cuma bisa mengedik-ngedikkan mata. menelan ludah sesekali. membuang napas berkali-kali. dengan jelas aku melihat bibir lelaki itu bergerak-gerak. dia masih menutup mata. headset pun masih di kedua telinganya. aku hampir menjerit melihatnya. lelaki ini? 
dia membuka mata. lalu menatapku sambil mengangkat sebelah alisnya. 

"kkkkkaaamu....." kataku terbata
"iya" jawabnya santai.
"aku belum selesai tanya, kenapa sudah mengatakan iya?"aku sedikit berteriak.
"kau pasti akan bertanya, kamu yang ngirim sms kan?" dia tersenyum, sedikit nyengir.

sial. lelaki ini sukses membuatku malu.

"tidak perlu malu"

kamprett.

"tidak perlu bilang kampret"

kok tau?

"taulah....kebiasaanmu di sms kan seperti itu. hahahaha" tertawanya lepas ampai membuat kepalaku cenut-cenut

dasar...

"dasar lelaki ganteng" dijulurkannya lidahnya ke arahku. lalu dia beringsut menuju ke arahku sambil menyodorkan tangannya. memohon perkenalan...

"danil....kudanil"
mau tidak mau aku harus tertawa mendengar kata-kata konyolnya itu. dan ku ulurkan tanganku untuk membalas jabatannya.
"lili....liliput"
hahahahaha. kami berdua tertawa lepas. dan selebihnya obrolan gila pun mendadak menjadi perbincangan panas dan gila yang sukses mengusir dingin hujan yang masih belum reda.

tanpa malu ku rebut dompet yang tengah nyempil di saku jaketnya. aku obrak-abrik isinya.

Daniel Suprajayanto
"seperti nama sepeda motor aja nil?"
"papaku kan emang punya dealer sepeda motor itu"
"oya?"
"iya lil" jawabnya sambil nyengir
lalu kami tertawa

Universitas....Airlangga
"kok sama nil?"
"emang"
"udah lama tau?"
"udah"
"tau dari mana?"
"facebook"
"kamu tau facebookku?"
"tau lah"
"tau dari mana?"
"dari kamu"
"kapan aku ngasihnya?"
"kamu gak ngasih"
"lha trus?"
"lha wong kita jd friend udah lama kok"
"kok aq gak tau?"
"lha qm gak pernah tanya soal facebook"
"knp kamu gak bilang?"
"lha kamu gak tanya"
"ah...mbulett"
hahahahaha. danil ketawa lagi. dan deretan gigi - gigi gingsulnya membuatnya terlihat semakin manis. awawawawa. apa-apaan ini? no.
aku lirik wajah baby face itu. bersih. putih. sedikit kumis tipis di antara bibir dan hidung. alis tebal hitam yang hampir menyatu. hidung bangir. juga...loh. kenapa aku jadi terpesona dengan danil kaya' gini? ampunn.

040913193
S1 Akuntansi
"niL...." aku menatapnya
"hm...."
"sudah tau aku lama?"
"udah"
"tapi kita kan beda jurusan"
"emang"
"lalu?"
"apanya?"
"kok tau aku?"
"gak sulit lah nyari anak manajemen 2009 yang eksis di facebook"
"maksudnya?"
"temenku kan banyak lil. gak sulit lah, nyari liliput kecil kaya' kamu di Feb, apalagi manajemen. gampanggggg"
"sialan"
"kenapa gak bilang sih?"
"buat apa?"
"ya biar aku tau kamu"
"kenapa? penasaran ya?" danil meledek
iya. jawabku dalam hati. seperti apa sih laki-laki konyol bin aneh yang selalu menggangguku dengan joke-joke gilanya?

aku hanya bisa menggeleng. ingin bertanya pada hujan, tapi rasanya sia-saia saja. mereka terlalu sibuk membasahi bumi. sedang mau bertanya pada langit, ah sudah gelap, dia tidur. lalu, mau bertanya pada angin, ah dia juga sibuk, hanya mmapir sebentar lalu pergi entah kemana.
sedikit heran saja, kenapa lelaki yang seharusnya ku temui di fastfood delta plaza malah tengah berdiri di sampingku. sengajakah?

"aku memang sengaja lil, aku menguntitmu dari tadi"
"he? jadi....." tanyaku heran
"dengar lil....." diraihnya dompetnya dari tanganku dan dipegangnya tanganku.
"aku sudah tau kamu lama...aku juga sudah memperhatikanmu lama...aku sering menguntitmu yang senang menghabiskan waktu luangmu di lantai 4. aku hapal jam - jam kuliahmu. sampai....kadang aku sengaja masuk telat agar bisa melihatmu berlarian naik tangga sambil melirik-lirik jam tangan birumu itu. kadang....tanpa kamu tahu....aku sering mengikutimu makan soto ayam langgananmu di depan kampus. kadang....aku mengikutimu yang sendirian jalan - jalan di delta plasa dan duduk manis di deretan rak - rak buku itu. kadang....aku harus melihatmu dengan sedih saat tau kamu makan sendirian di dundee atau KFC"

deg. betapa terkejutnya aku mendengar pernyataan danil ini. sungguh. tak ada bayangan sama sekali kalau laki-laki yang sering iseng mengganggu harianku dengan lelucon - lelucon gilanya itu telah mengetahuiku sejak lama. dan bahkan....hapal kebiasaanku. kenapa kau tidak pernah mengatakan apapun?

"aku sengaja tidak mengatakan apapun lil. aku hanya ingin mencari tahu dengan cara yang sempurna. dan menurutku yang seperti ini sangat terlihat sempurna"

"jadi...lelaki yang akan aku temui....beneran kamu nil? kudanil?" aku mengernyit.
"iya put, liliput"
"ah...gak asik. curang. kalau begini caranya kan aku gak tahu apa-apa soal kamu"
"makanya cari tahu mulai sekarang. berbuatlah sepertiku. hahahaha"
"ih...njiplak donk. gah" aku cemberut.
"gak perlu lil. cari tahu dengan cara seperti ini...." digenggamnya tanganku tiba-tiba dan diajaknya aku berjalan menembus hujan yang telah rintik.
"aku tak akan membiarkanmu sendirian lagi menunggu angkot. aku tak akan membiarkanmu headsetan sendiri di lantai 4. aku tak akan membiarkanmu sendirian jalan-jalan ke delta. aku tak akan membiarkanmu sendirian makan di KFC. aku tidak akan membiarkanmu sendirian lagi terlambat masuk ke kelas. dan aku akan menemanimu ke manapun kamu selama ini sendirian"

"mari kita mulai semua itu bersama-sama. bukankah yang sama-sama jauh lebih asik dari sendirian, lil?"
aku menggigit bibir bawahku. dug dug dug. jantungku berlarian. lelaki ini sukses mmebuatku menjadi wanita paling diperhatikan sedunia. dan akhirnya wajahku merah karena malu. aliran listrik menjalar dari genggamannya. hangat. membuatku enggan untuk melepaskan.

 terlihat begitu romantis? atau membuatmu muntah? menurutku "indah"
Read more »