March 27, 2019

Surat Cinta Untuk si Kecil

*Ditulis dalam rangka mengikuti lomba menulis surat cinta untuk si kecil yang diadakan oleh salah satu produk bayi ternama. Akhirnya saya post di blog usang ini agar mudah dibaca oleh teman-teman yang berminat membaca karya saya yang tidak sempurna

Isi suratnya tidak ada yang saya edit. Selamat membaca :)

*

Selamat tahun baru anakku, dan selamat mengulang tanggal lahirmu untuk yang pertama. Ibu sungguh bersuka cita ketika menyambutnya sebab Ibu juga merayakan satu tahun usia Ibu menjadi Ibumu.

Dalam setahun ini Ibu belajar banyak hal. Harus Ibu akui bahwa Ibu belum menjadi Ibu yang baik, Ibu masih punya banyak kekurangan tapi Ibu akan terus berusaha melakukan yang terbaik untuk kamu. Maafkan jika saat menemanimu tumbuh menjadi dewasa, Ibu tak mampu memberikan kesempurnaan sebagai sepasang orang tua. Maafkan jika Ibu tak mampu menghadirkan sosok laki-laki yang harus kau panggil Ayah itu. Maafkan Ibu. Ibu berjanji akan menjadi orang tua tunggal terbaik versimu. Ibu akan membantumu menemukan bahagia yang kau cita-citakan. Ibu tidak akan pernah mendikte apapun perihal bagaimana harusnya kau bahagia, Ibu tidak akan memilihkan jalan apapun saat kau berada dalam perjalanan mencari kebahagiaan. Ibu hanya akan menjadi rumahmu, tempatmu untuk pulang ketika kau bosan berpetualang mencari bahagia yang kau inginkan, lalu menjadi tempatmu untuk menyandarkan kepala dan bahu ketika kau mulai lelah dengan keadaan. Ibu akan menjadi teman sekaligus sahabat, tempatmu untuk bercerita dan mengeluhkan banyak hal, tempatmu untuk mendiskusikan sesuatu yang kau bingungkan. Ingatlah bahwa Ibu adalah tempat terbaikmu dalam berbagi banyak hal.

Anakku Wibisana, bijaksana lah seperti nama yang kububuhkan pertama dalam rangkaian namamu yang panjang. Jadilah anak ibu yang mampu menghadapi masalah dengan bijak. Semakin kau bijak maka orang akan memandangmu dengan sudut yang bagus. Orang akan mengenalmu dalam ingatan yang baik. Tapi ingat bahwa tidak semua orang akan menyukaimu. Akan ada beberapa yang siap menghunuskan pedang pertempuran dalam berbagai hal. Bijaklah dalam menentukan senjata apa yang akan kau gunakan, lawan mereka dengan sesuatu yang bisa membuat Ibu bangga.

Berdiri tegaklah di tengah tantangan hidup yang akan menggoyahkan prinsipmu. Jadilah Lukita yang kokoh, yang kuat pendirian. Tetaplah mantap dalam memijak bumi. Tetap luruskan matamu ketika orang memaksamu untuk mengalihkan pandangan. Jangan pernah takut untuk menatap mata mereka yang ingin menjatuhkan harga dirmu. Abaikan mereka yang berusaha membuatmu lemah dan berhenti melangkah mencari sumber kebahagiaan yang kau inginkan. Kau akan kuat, kau anak hebat, kau lelaki luar biasa yang akan terus berdiri tegak di hadapan segala macam cobaan. Jadilah anak Ibu yang tak ragu untuk melangkah dan tak takut akan kejaran masalah.

Kau adalah cahaya. Tunjukkan cahayamu yang meneduhkan di hadapan semua orang. Jadilah Rahagi yang hidupnya bermanfaat. Jangan pernah redup agar orang yang hidup di sekitarmu berbahagia karena banyak cahaya. Dirimu adalah sinar yang hadir menghangatkan, sinar yang ditunggu setiap pagi ketika manusia membuka mata. Sinar yang menciptakan semangat untuk melakoni hari.

Anakku yang hebat, kita tak sempurna tapi ketidaksempurnaan itu yang membuat Ibu merasa sempurna. Ingat baik-baik bahwa Tuhan tak pernah menciptakan keadaan apapun sebagai sesuatu yang selalu buruk. Sesuatu yang tak sempurna bisa jadi memiliki satu sisi lain yang akan menyempurnakan ketidaksempurnaan itu. Bersyukurlah dalam menjalani hidup sebab dalam perjalananmu menemukan kebahagiaan kau akan menemui banyak hal yang akan mengingatkanmu akan kebesaran Tuhan. Ketika kau dewasa nanti kau akan paham sendiri bahwa Tuhan tak akan pernah menguji jalan hidup umatNya kecuali dia terlahir karena istimewa.

Berjanjilah pada Ibumu untuk selalu bersyukur dan berbahagia. Sebab dengan bersyukur, nikmat hidupmu akan terus bertambah dan dengan bahagia kau mampu menaklukkan apapun yang menjadi musuhmu. Sekali lagi selamat ulang tahun, anak Ibu. Selamat menyambut awal yang seru. Selamat belajar banyak hal. Ibu mencintaimu, Wibisana Lukita Rahagi.

Read more »

October 31, 2016

ASDF

Aku kesepian. Yang kutahu aku telah kehilangan banyak hal, termasuk kamu dan kamu hingga akhirnya aku menjadi seperti sekarang ini.

Satu orang yang seringkali kucari tahu bagaimana kabarnya adalah kamu, satu orang yang kadang tak bisa kubinasakan kehadirannya. Dengan susah payah kuhapus semua hal yang berkaitan denganmu namun sesusah itu juga aku tak mampu mengendalikan perasaanku yang belum kunjung usai ini. Jujur, aku tak bisa menjadikanmu asing begitu saja. Masih ada yang belum selesai.

Ari, kalau kau membaca ini, andai saja kebetulan kau mengingatku dan membuka kembali blog ku tolong beri aku kesempatan untuk bertemu denganmu sekali lagi. Ada yang ingin kusampaikan padamu. Aku merindukanmu :'(

Ri, bisa kembali ke tahun 2012?

Read more »

April 16, 2016

Surat Kedua

Surat kedua ini tak lagi kutulis atas nama pemuja rahasia. Tidak lagi, sebab kau sudah tahu siapa aku. Kali ini akan kuatas namakan sebagai seorang pemuja. Iya, pemuja saja.

Pemujamu kali ini menulis surat tentang bagaimana ia cukup susah tidur setelah surat pertama tersampaikan. Apakah sudah kau baca? Harapan terbesarku adalah sudah. Tapi jika kau yakin surat itu tak penting dan mengusik hidupmu, cukup abaikan seperti layaknya para artis yang tak sempat membaca surat dari fans karena terlalu sibuk. Sungguh aku tak mengapa. Hanya saja, jangan mencoba untuk menghentikan kegilaanku ini. Sebab percuma, aku akan menulisnya sampai bosan.

Kau adalah orang pertama yang secara langsung kukirimkan surat. Tak seperti yang lain yang hanya bisa kutuliskan lewat blog atau note di facebook. Dulu, aku tak seberani ini. Tapi sekarang rasa malu dan takut pun hilang. Alasannya? Sulit untuk dijabarkan dengan kata-kata.

Aku memujamu tanpa banyak alasan, itu saja.
Surabaya, masih di 16 April 2016

Read more »

Kepada R

Belasan hari ternyata tak kunjung membuat rasa penasaranku sirna. Hingga akhirnya harus kuakui bahwa aku takjub dengan segala wujud yang kau sembahkan pada dunia maya. Aku yakin, banyak hal yang tak kutahu tentang siapa kamu di dunia nyata.

Kali ini aku harus menekan kuat rasa gengsi yang telah tertanam dengan sangat dalam. Juga malu yang nyatanya sampai detik kutulis ini masih menari histeris sambil menangis menahan diri. Aku mengabaikan mereka demi melayangkan beberapa kalimat tentang betapa takjubnya diriku terhadapmu. Kusingkirkan segala hal yang mugkin akan membuatmu mengernyit heran, “hei siapakah gerangan perempuan yang dengan gila menulis ini?”

Kepadamu, yang diam-diam kuperhatikan. Sungguh aku pemuja rahasiamu. Tertanda, L.

Surabaya, 16 April 2016

Read more »

March 10, 2016

Gummy - You Are My Everything (Eng)

From the first time, it's you
Who came to me
Even though me only pass by each other
My eyes let me know you

You pass by me like a gentle wind
I hope that it's not destiny
Like a fool, I couldn't say anything at first
I couldn't do anything

You're my everything
My destiny comes like shooting stars
Letting me meet someone like you
And deep in my heart
It's only my love for you
You are my everything

Appearing in the fog
You are tinged by white fog
My heart seems to stop at this moment
I come to you

You're my everything
My destiny comes like shooting stars
Letting me meet someone like you
And deep in my heart
It's only my love for you
You are my everything

Though my love couldn't start before
Now I can say
It's the miracle that nobody can have

You're my everything
My passionate love belongs to you
Even if the seasons change, I'll still be here
Deep in my heart
It's only my love for you
You are my everything

Read more »

March 4, 2016

Davichi - This Love (Ost. DOTS)

If time returned
Would memories be erased?
Those words that couldn't say
Do you know my words?

I made you feel tired
Making you live in tears
My heart feels sorry like this

But I have told you
I can't live without you
To me, it's only you
Time only passes if it is filled with you

I love you, thank you so much
Please warmly hug me
So I can live in this love

Love is like this, right?
No matter what you say
I feel like it can't fulfill my heart
can you hear my heart?

It's my greed
Even though I think again
This heart can't easily disappear

You also know, I have told you
I can't live without you
To me, it's only you
Time only passes if it is filled with you

I love you, thank you so much
Please warmly hug me
So I can live in this love

If I could come back, could I endure it again?
That very hard time
When I see that you are unshakable
My lip tremble

You also know, I have told you
I can't live without you
To me, it's only you
Time only passes if it is filled with you

I love you, thank you so much
Please warmly hug me
In this love, I can live
In this love, I can live

Read more »

March 2, 2016

Pendongeng Kelas Teri

Diceritakan oleh khayalan. Dibentuk oleh suasana hati. Dongeng masa depan kususun dengan air mata setelah menyaksikan romansa muda dalam film yang kusuka.

Paradise Kiss, film roman Jepang dengan soundtrack menyesatkan hingga membuatku menangis di akhir cerita. Aku mengutuk diriku sendiri setelah menonton film itu. Sebab kepalaku mulai liar berkhayal. Hei, kenapa cerita cintaku tak seindah itu akhirnya? Aku menginginkan cerita itu ada di hidupku. Aku ingin menjadi pecinta yang menangis ditinggalkan sebab jarak dan pilihan. Aku ingin menjadi pilihan yang dia rindukan. Aku ingin kembali bertemu dengannya dalam waktu yang tak pernah ditentukan setelah beberapa tahun ditinggalkan. Dan aku ingin memeluknya erat seraya berkata bahwa aku sangat merindukannya.

Aku tukang khayal. Pendongeng kelas teri.

Read more »

March 1, 2016

Mari Berbahagia

Setiap orang berhak untuk bahagia, bukan? Tidak perlu menyakiti diri sendiri dengan menggalau karena mantan pasangan atau pasangan atau calon pasangan. Memang bicara seperti ini mudah diucapkan tapi untuk dilakukan tunggu dulu, susah-susah gampang. Aku masih belajar untuk bangkit, aku masih merangkak untuk menemukan bahagia yang kuimpikan.

Dirimu terlalu berharga untuk disakiti. Benar. Jangan biarkan ego membunuh perasaanmu sendiri. Rasa sakit itu harus kau sembuhkan dengan usahamu sendiri. Kau harus mengingatkan hatimu terus-menerus agar sadar bahwa kau berhak bahagia.

Sudahi semua kesedihan. Jangan biarkan rasa sakit itu muncul karena ingatan. Lupakan semua hal yang membuatmu merasa benci. Jaga hati....dan mari berbahagia bersama.




Surabaya, di awal Maret.

Read more »

February 29, 2016

Never Ending Love Story

Cerita cinta ini adalah cerita tentang cinta yang tak akan pernah putus meskipun aku memiliki cinta lain. Cerita cinta yang tak pernah meminta balas dan pengakuan. Cerita cinta tulus dan murni dari mereka yang kusebut keluarga.

Bapak, Ibu, dan Kakak yang ada di rumah. Mungkin aku adalah salah satu orang yang susah sekali bicara cinta dengan gamblang di hadapan kalian. Tapi demi apapun aku mencintai kalian dengan sangat. Tak akan ada habisnya cintaku untuk kalian.

Untuk Ibu yang gampang menangis ketika melihatku bersedih, aku tahu bahwa hati Ibu lebih terluka daripada aku. Aku tahu pasti batin Ibu menjerit melihat anaknya kesulitan. Aku tahu semua dari raut wajah dan mata merah yang Ibu perlihatkan diam-diam. Aku merasakannya, Bu. Aku tahu Ibu cemas. Aku sadar Ibu sering memperhatikanku waktu tidur. Tapi Ibu selalu berusaha tegar. Ibu selalu menuturkan bahwa semua akan baik-baik saja. Ibu selalu memberiku semangat bahwa aku bisa bangkit. Ibu adalah wanita hebat, sosok terkuat yang harus kujadikan panutan kelak ketika aku jadi seorang Ibu juga.

Untuk Bapak yang tak pernah menunjukkan keluh kesah di hadapanku, aku tahu Bapak menyimpannya sendiri. Bapak menyembunyikan semua gundah yang anakmu ciptakan demi menjaga perasaanku agar tetap tenang dan tabah menjalani semua cobaan kehidupan. Aku tahu Bapak merasakan kesedihan melihatku jatuh sempoyongan di dunia yang keras ini. Aku tahu Bapak khawatir padaku tapi Bapak tak pernah bilang. Tapi untungnya aku bisa merasakan itu dan mencoba memahami bahwa Bapak adalah figur ketegaran. Terimakasih Bapak.

Dan untuk Kakak yang dingin dan jarang bercerita, aku tahu perhatian Kakak padaku sungguh besar. Kau terlihat acuh padaku tapi sebenarnya diam-diam kau peduli. Kakak tak pernah ragu untuk mengeluarkan uang atau pun tenaga demi aku. Rela menerjang panas dan hujan demi menjemputku pulang. Meskipun kadang kau membuatku jengkel dan berteriak karena kesal tapi aku menyayangimu lebih dari apapun. Aku tahu kalau Kakak adalah orang yang akan maju pertama ketika aku disakiti. Kau akan pasang badan untuk membelaku habis-habisan, seperti kasus itu kan? Terimakasih, Kak.

Kalian bertiga adalah nyawa bagi kehidupanku. Aku tak tahu lagi bagaimana jika aku tak dibesarkan oleh kalian. Cerita cinta keluarga ini terlalu panjang dan tak akan pernah ada akhirnya. Berpuluh-puluh halaman tak akan cukup untuk menceritakan semua hal yang ada di dalamnya.

Bapak, Ibu, dan Kakak terimakasih atas segalanya yang telah kalian berikan. I love you.

Read more »

February 28, 2016

Kangpos Cantik

Helo Kak. Mungkin ini adalah salah satu surat terpendek yang kukirim sepanjang 30 hari ini ini.

Kepada Kang Pos cantik dan kece, terimakasih banyak karena sudah menyisakan waktu untuk membaca, mengomentari, dan mengirimkan surat-suratku. Komentar-komentar singkat yang kau bubuhkan di akhir postingan twitter adalah apresiasi besar bagiku. Aku senang bukan main ketika mendapati komentar itu muncul di setiap malam. Aku merasa lega karena suratku sudah dibaca.

Sekali lagi, terimakasih Kak cantik. Semoga tahun depan aku bisa meramaikan #30HariMenulisSuratCinta lagi.

Read more »

February 25, 2016

Ini Hati, Bukan Warung!

Teruntuk kau yang hanya ingat kepadaku ketika ada perlu, mohon maaf kalau sekarang aku tak lagi mau jadi sandaranmu. Pergi cari orang lain. Aku tak mau membodohi diri sendiri dengan tetap berada di posisi tak mengenakkan ini. Sudah cukupkan segala permainan. Aku pun sudah lelah dengan huru-hara masa muda yang membosankan.

Aku bukan lagi sebuah boneka yang bisa kau mainkan ketika kau bosan dengan pekerjaan. Aku bukan lagi tempat yang bakal kau ingat ketika kau sedang susah saja lalu lupa ketika bahagia. Aku bukan lagi media yang bisa kau delete-add seenaknya setelah kau puas bercerita dan mengumbar kesedihan. Aku bukan lagi orang yang selalu ada ketika kau butuh teman bicara lalu kau tinggalkan ketika masalahmu selesai begitu saja.

Kau tak pernah ada ketika kubutuhkan. Kau selalu menghilang ketika aku membutuhkan sandaran. Kau pura-pura tak mendengar ketika aku memanggilmu meminta bantuan. Kau seenaknya saja datang lalu pergi tanpa pamitan. Buat apa aku selalu ada demi kamu yang egois itu? Kau tak pernah memikirkan perasaan si tukang mendengar ini. Lalu buat apa kupikirkan urusanmu yang begitu menyebalkan? Tolong jaga perasaanku. Ini hati, bukan warung!

Dari L untuk orang yang ngakunya teman tapi (ba****an) menyebalkan.

Read more »

February 24, 2016

Mari Move On

Hei hei aku sudah berani lari dari tempat menyesatkan itu. Aku tak lagi berdiam diri di tempat dimana aku tak bisa bangkit dari memori masa lalu. Aku...sudah bisa pindah.

Apa yang telah kau lakukan?

Ya. Aku berhasil meyakinkan diriku sendiri bahwa tak ada gunanya menangisi kepergianmu. Tak ada gunanya memikirkankan dirimu yang sama sekali (mungkin) tak pernah memikirkan bagaimana perasaanku. Tak ada gunanya merindukan lelaki yang tak pernah merindukanku. Dan tak ada gunanya lagi hidup di dalam kesedihan yang tak pernah ada ujungnya.

Bagaimana aku bisa move on? Apa yang sudah kulakukan?

Aku bertekad untuk membuang jauh-jauh pikiran dan kenangan tentang dirimu sepenuh hati. Aku berniat penuh untuk menghapus semua media yang bisa menghubungkanku denganmu. Aku sudah tak lagi ragu dan takut untuk kehilanganmu.

Aku telah berhasil men-delete nomor ponsel dan bbm mu.
Aku telah bethasil meng-unfriend dirimu dari daftar pertemanan di facebookku.
Aku telah berhasil meng-unfollow (dengan cara block-unblock) path dan intagram juga twittermu.

Aku telah lulus dari ujian patah hati berkepanjangan. Aku tak akan lagi menyia-nyiakan kesempatan untuk bahagia. Kalau mengingatmu adalah sebuah penderitaan, harusnya aku lebih cerdas untuk melupakan dan memilih jalan kebahagiaan.

Kini sudah tak ada lagi kamu di semua sosial mediaku. Aku sudah siap menjalani hidup yang baru. Lalu bagaimana dengan kamu? Mari move on!

Read more »

February 23, 2016

Gadis Dua Empat

Woey gadis dua empat. Apa kabar? Baik-baik saja kan? Semoga tak sakit-sakit an. Kan sudah ada yayang di sana. Hahay. Surat ke dua empat ini aku tulis khusus untukmu yang lahir tanggal dua empat dan tepat usia dua empat.

Oh ya bagaimana kabar ibukota? Aku berjanji akhir bulan akan ke sana, tapi sepertinya belum bisa. Maklum, aku masih sibuk menanam padi dan sayur-mayur di desa.

Sudah seminggu lebih sepertinya kita tak bicara. Kenapa? Alah kau dan aku pun sama-sama tahu tak pernah ada alasan khusus untuk itu. Tiba-tiba diam tak pernah jadi soal. Dan jika mendadak ada topik aneh, gila, gak masuk akal, unik, dan lain-lain kita pun akan bicara dengan sendirinya. Kau seharusnya sudah tau bahwa kapan pun kau membutuhkanku, aku akan ada untukmu.

Kau ini sudah kuanggap adik, teman, sahabat, keluarga, musuh, rival. Jadi kau adalah salah satu orang penting dalam hidupku. Kalau kau mendadak sakit, aku akan bingung meskipun itu cuma sakit flu. Kalau kau disakiti si itu si inu aku ikut gemas sendiri dan ingin menonjok pria-pria itu. Dan kalau kau diperlakukan tidak adil oleh si A si B aku ingin ikut bicara padanya bahwa kau tak layak diperlakukan seperti itu.

Aku tak bisa menjelaskan panjang lebar betapa berharganya dirimu. Tidak perlu dikatakan bukan? Tapi kau harus tahu bahwa kau sangat berarti bagiku. Gadis jutek yang pertama kali kutemui sedang duduk di pojokan lobby kampus sambil mengotak-atik ponselnya itu tak pernah kupikirkan bakal bisa sedekat ini. Sudah hampir enam tahun bukan? Semoga saja bisa seterusnya. Sebab kau satu-satunya orang yang bisa kuajak bicara gila, kotor, mengumpat, dan membicarakan banyak hal tanpa perlu pakai bahasa formal.

Terimakasih sudah menjadi teman dan keluarga. Terimakasih untuk semua kebaikan, keburukan, kerepotan, kejengkelan, kekonyolan yang kau ciptakan. Kalau bukan demi dirimu mungkin aku tak akan serepot itu saat kau diwisuda dulu. Hahahahaha.

Oh ya, aku sudah berjanji padamu bahwa aku akan menyusulmu di ibukota, ya aku akan menyusulmu. Jadi tunggu aku di sini menyelesaikan tanggunganku. Kuharap kau jangan ingin menikah dulu. Mari kita menggila bersama sebelum sama-sama ke penghulu. Hahahahaha.


Salam sayang untuk Dii *Hueeekk*

Read more »

February 22, 2016

Kebodohan Berulang

Setiap malam, saat sendirian saja, saat kedua telinga tersumpal earphone, saat lagu yang terputar begitu syahdu didengar maka saat itulah ingatan akan dirimu datang tanpa diundang.

Hal ini terus saja terjadi setiap diriku didekap sunyinya malam tanpa teman. Diriku tiba-tiba dihampiri rasa kesepian, maka disitulah bayanganmu kembali muncul perlahan dan melesak masuk ke dalam hati hingga timbul rasa rindu yang tak tertahankan.

Kebodohan ini terus saja datang dalam waktu yang tak bisa kujelaskan kapan akan terulang. Kebodohan ini tak punya siklus pengulangan yang pasti. Semua serba tiba-tiba, tanpa direncanakan tentu saja.

Jujur aku tak mampu mengarahkan kemana isi hati harus melangkah. Aku tak dapat mencegah rasa rindu itu datang. Kuakui aku memang bodoh. Tapi memang tak pernah ada rumus mutlak untuk memecahkan masalah seperti ini, perihal rindu yang tiba-tiba datang tanpa diminta itu. Andaikan engkau berada di posisiku, bagaimana cara mencegah ingatan datang?

Aku tak bisa membohongi diriku sendiri bahwa selalu ada celah waktu dimana aku akan mengingatmu dengan sangat.
Kemudian aku akan menangis karena merindukanmu dan membodoh-bodohkan diri sendiri atas keegoisan meninggalkan dirimu yang memang menyebalkan. Aku ingin bertahan, menjadi perempuan kedua yang akan terus kau perhatikan. Tapi itu bodoh bukan? Dan bodohnya lagi, aku merindukan kebodohan itu.

Tapi ini hanya perasaan sesaat saja. Hanya semalam akan bertahan. Ketika esok tiba semua pikiran dan perasaan bodoh itu menghilang begitu saja. Aku akan lupa tentang tangisan semalam. Kekonyolan yang kutimbulkan karena perasaan sesaat itu akan membuatku tertawa esok harinya. Namun aku tak bisa menjamin bahwa suatu saat kebodohan perasaan itu tak akan berulang saat malam sunyi datang. Pasti akan terulang lagi, pasti.

Untukmu, A. Dari L yang bodoh.

Read more »

February 21, 2016

Dari Hamba, Untuk Tuhan

Hamba ini masih seringkali liar, nakal, dan bebal dalam mengikuti surat-surat cinta dalam kitabNya. Hamba ini masih jauh dari kata taat untuk menjalankan segala perintah dan menjauhi laranganNya. Hamba ini masih jauh dari kata sempurna sebagai "budak" yang rela sepenuh hati mengikuti segala titah Tuhannya.

Terkadang aku melupakanNya. Dan tak jarang aku menghindariNya. Seringkali aku berpaling ketika bahagia dan mendekat padaNya ketika menderita. Bersujud kala lima waktu "pertemuan" pun bisa dihitung jari, kadang genap dan kadang tidak. Ampun, ampuni hamba Tuhan.

Kata ampun dan maaf terus saja kuucap ketika aku berdosa dan membuat salah. Tapi kemudian aku lupa bahwa aku lalai lagi, bersalah lagi, melakukannya lagi. Aku melupakanMu lagi. Aku meninggalkanMu lagi. Kemudian aku menyerahkan diri lagi, bersujud sambil berair mata memohon pengampunanMu. Dan Engkau memberiku kesempatan lagi tanpa rasa benci.

Bagaimanapun aku, seburuk apapun diriku, sedosa dan sehina apapun aku Engkau selalu memaafkan dan memberi kesempatan memperbaiki diri berjuta-juta kali untuk hambaMu yang bandel ini. Engkau Maha Memaafkan, Maha Pengasih, Maha Penyanyang. Bagaimana aku tak bersyukur atas segala kesempatan dan kebaikanMu?

Kau tak pernah melupakanku. Kau mengasihiku seperti hamba lainnya. Kau tak membedakan. Kau memberikan semua hambaMu keadilan dalam segala hal. Kau tak pandang usia, harkat, derajat, martabat untuk memberikan kasih sayang, keadilan, dan segala kenikmatan. Kau terAgung dari seluruh keagungan, Engkau Maha Segalanya.

Engkau Maha Adil dalam setiap rezeki yang aku miliki. Engkau adalah Tuhan yang akan terus melimpahkan keberkahan bagi mereka yang terus bersyukur atas segala kondisi di hidupnya. NikmatMu bertambah seiring bertambahnya syukur yang aku persembahkan untukMu. Terimakasih, Tuhan. Alhamdulillah atas segala berkah. Segala puji bagi Allah.

Yang Maha Kuasa, wahai pemilik seluruh alam...hamba berdoa semoga ada masa ketika kelak hamba sepenuh hati patuh dan taat pada seluruh firman dan surat-surat dalam kitabMu, dan mengabdikan diri pada surgawi.

Terimakasih atas segala kesempurnaan ragawi yang hamba miliki. Terimakasih atas segala nikmat. Terimakasih atas segala cinta dan karunia. Engkau adalah sebenar-benarnya Pemilik Seluruh Umat dan seisi jagad raya.

Sekian.
Dari hamba yang masih bandel, untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Segalanya.

Read more »

February 20, 2016

Kepada Hujan

Hei hujan, sudah dua hari ini kau tak datang sampai membuat tubuhku gusar karena kepanasan. Matahari terlalu merajai semesta sampai kau harus menyembunyikan diri untuk membangun energi.

Hei hujan, datanglah ke tempatku. Turunlah dengan deras agar aroma wangi tanah basah bisa kucium kembali. Mungkin aku tak lagi bisa menikmati euforia mandi hujan bersama kawan-kawanku semasa SD dulu di sepanjang gang perumahan. Tapi paling tidak kini aku bisa melihat binar bahagia itu dari mata anak-anak kecil di sekitar rumahku.

Hei hujan, tidakkah kau ingat bahwa saat kau turun aku selalu menemanimu dengan sabar di balkon rumah sambil menyeruput madu hangat? Jangan lupakan kehadiranku yang selalu duduk manis menatap langit kelabu sampai kau menghilang dari pandangan.

Hei hujan. Denganmu aku bisa menjadi sendu, denganmu aku bisa ceria, dan denganmu aku bisa leluasa bicara tentang cinta yang tak kunjung tiba.

Hei hujan, aku menunggumu datang. Jangan pergi-pergi lagi! Aku sendirian, kesepian, dan keringetan.

Read more »

February 18, 2016

Melewatkanmu

Aku harus meminta maaf pada perasaanku karena telah egois memilih yang "terlihat" siap dan mapan. Padahal sebenarnya itu cuma topengnya saja untuk membuatku menjauhimu.

Seharusnya aku tak gelap mata pada janji-janji membina masa depan bersama, melukis bahagia bersama, dan menghabiskan sisa masa usia berdua. Seharusnya aku tak memakan kalimat itu mentah-mentah. Dan seharusnya aku sadar dari awal bahwa semuanya hanya bualan belaka.

Demi segala kebahagian materi dan duniawi yang semu, aku meninggalkanmu, aku tinggalkan euforia rasa penasaran akan perasaanku terhadapmu, aku tinggalkan buncah-buncah rindu yang kurasakan tiap malam padamu, aku tinggalkan masa-masa senyum sendiri karena membaca isi pesan-pesan yang kau sampaikan padaku. Aku meninggalkan kesempatan untuk terus dekat denganmu.

Kini....yang tersisa hanya sesal saja. Penyesalan itu menghantuiku. Aku menyesal telah melewatkan proses pendekatan yang begiu indah dengan laki-laki luar biasa yang mungkin tak akan pernah kutemukan di waktu berikutnya. Pertemuan pertama itu adalah pertemuan terakhir kita. Aku menyesal tak bisa mengenalmu secara dekat lebih lama lagi. Kini, saat aku kembali semua sudah berubah dan kau terus saja mengambil jarak. Aku ingin menangis.

Aku kembali mendatangimu dengan banyak pertanyaan. Kupikir kau telah melupakan sosok perempuan yang menemanimu duduk di bus selama empat jam perjalanan itu, tapi ternyata tidak. Kau masih mengingatku sebagai perempuan yang kau kenal meskipun bukan lagi perempuan yang dekat denganmu waktu itu.

Rasa penasaran dan sesal itu menyakitkan. Dan di tengah rasa sesal melewatkan dirimu selama satu tahun, akhirnya aku memilih untuk tak lagi memperjuangkan perasaan itu. Sebab aku tahu bahwa kau masih memikirkan perempuan yang meninggalkanmu sebelum diriku datang mengisi kekosongan itu. Karena itu dengan berani aku mengakhiri semuanya, aku katakan padamu bahwa kau pernah membuatku menjadi seorang perempuan gila yang merindukanmu tanpa pandang waktu, kau yang membuatku sadar bahwa cinta tak semudah cerita di drama-drama Korea.

Darimu aku belajar satu hal yang pasti benar bahwa jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan meskipun kesempatan itu jalannya menyakitkan. Kau tak akan pernah tau akan berakhir bagaimana jika tidak mengalaminya sampai akhir cerita. Kesalahan terbesarku adalah melewatkan proses panjang menyenangkan itu demi sebuah ilusi masa depan yang instan.

Read more »

February 17, 2016

Kau Terus Saja

Kau terus saja meyakinkan dirimu bahwa dia mencintaimu. Padahal dia hanya peduli padamu. Tak lebih dari itu.

Kau terus saja bertahan pada posisimu, menjadi perempuan ke tiga yang suatu saat akan menjadi nomor dua. Padahal sudah jelas, dia tak akan meninggalkan perempuan yang sudah dikenalnya sejak bangku sekolah menengah pertama.

Kau terus saja berkhayal bahwa tulisan-tulisan singkat yang dia buat adalah petunjuk bahwa dia juga menaruh harap terhadapmu. Padahal semua cuma semu.

Kau terus saja menunggu dia mengungkapkan perasaan itu. Padahal kenyataannya, dia hanya mempermainkanmu. Kau jatuh tak berdaya pada kata-kata dan emoji mesra darinya. Padahal itu cuma permainan belaka.

Kau terus saja begitu, menjadi bodoh dan bangga akan hal itu.

Read more »

February 16, 2016

Kamu Lupa

Kamu lupa bahwa akulah orang pertama yang kau kabari ketika sakit. Yang kemudian kebingungan mencari referensi obat untuk sakitmu.

Kamu lupa bahwa akulah orang pertama yang kau ceritakan tentang kekonyolan yang kau buat pada teman-temanmu yang lain. Yang kemudian tertawa keras bersama karena ceritamu memang lucu.

Kamu lupa bahwa akulah orang pertama yang kau curhati dan cereweti ketika kau sebal dengan semua orang. Yang kemudian hanya diam mendengarkan sambil mengangguk-angguk tanda memperhatikan.

Kamu lupa bahwa akulah orang pertama yang kau beri kabar gembira karena kau berhasil melakukan segala hal yang kau inginkan. Yang kemudian memelukmu dan dengan bangga memberimu selamat.

Kamu lupa bahwa akulah orang pertama yang kau beritahu ketika kau jatuh cinta. Yang kemudian mengulum senyum tanda ikut berbahagia.

Kamu lupa bahwa akulah orang pertama yang tak menentang hubunganmu dengannya meski orang lain berkata jangan. Yang kemudian meyakinkanmu bahwa hubungan itu adalah milikmu bukan milik mereka.

Kamu lupa bahwa akulah orang pertama yang kau mintai bahu untuk bersandar dan menangis karena cinta membuatmu sakit. Yang kemudian mengelus punggungmu dan mengatakan bahwa segalanya akan baik-baik saja.

Kamu lupa bahwa akulah orang pertama yang tak menyalahkanmu atas kesalahan memilih pasangan. Yang kemudian meyakinkan bahwa suatu saat kau akan bertemu orang yang tepat.

Kamu lupa bahwa akulah orang pertama yang merasa sakit hati ketika kau disakiti orang lain. Yan kemudian diam-diam menangisi kebodohanmu karena terlalu tak peka dengan sekitarmu dan malah mencari sejauh itu.

Dan kamu tak akan pernah ingat bahwa orang inilah yang pertama kali mendaratkan kecupan di keningmu ketika kau pulas tertidur di sofa rumahku sepuluh tahun lalu.

Read more »

February 15, 2016

Untuk Ratih, finalis PI 2016

Hai Ratih. Senang berkenalan denganmu. Apa kabar di karantina Puteri Indonesia 2016? Surat ini saya persembahkan khusus untukmu, Ratih Anggraini wakil Sumatera Selatan di PI 2016. Kenapa? Karena saya mengagumi kamu.

Surat ini saya tulis karena senang melihat kesederhanaan kamu yang terlihat di media sosial. Caramu membalas mention dari para sahabat pendukungmu dan menjawab pertanyaan di ask.fm membuat saya yakin bahwa kamu tipe perempuan cerdas, lembut, santun, pemalu, sekaligus lucu. Caramu untuk tidak larut dalam perang photoshoot membuat saya takjub sekaligus takut, takut apakah kamu tidak semangat mengikuti karantina karena statusmu yang sudah sebagai SFA di salah satu maskapai?

Tidak Ratih, tidak. Saya pikir kamu tidak berpikiran untuk mengikuti karantina asal-asalan. Saya yakin kamu semangat dan sekuat tenaga berjuang untuk mendapatkan mahkota Puteri Indonesia 2016 ini. Saya mendukung kamu. Meskipun kamu dikatakan klemar-klemer di karantina, tapi saya pikir tidak. Kamu bukan tipe ambisius yang ingin show-off sebagai front-runners.

Ratih, kamu sudah punya modal fisik yang kuat. Tinggi menjulang dan wajah cantik. Jadi jangan berpikir bahwa kamu akan kalah dengan front-runners yang lain. Berjuanglah sampai akhir. Jangan ragu. Kamu punya banyak pendukung.

Dua hari karantina saya tak menemukan energi di setiap fotomu yang beredar. Kenapa Ratih? Masihkah ragu dengan potensi yang kamu miliki sendiri? Kumohon lebih percaya dirilah. Kamu dijagokan banyak orang. Tunjukkan bahwa kamu bisa. Dan pada hari ketiga kemarin saya akhirnya melihat binar semangat iu di matamu. Lanjutkan Ratih...lanjutkan.

Meskipun ada beberapa orang yang menanggap remeh dirimu karena status pendidikanmu hanya SMA, saya tetap yakin kamu akan memberikan yang terbaik. Saya tahu kalau kamu sudah pernah kuliah sampai semester tiga tapi memutuskan untuk berhenti kuliah karena lolos menjadi FA di maskapai itu. Jadi, jika ada orang yang menganggap kamu tidak layak karena status pendidikanmu berbeda dibanding finalis lainnya itu salah besar. Kamu sempat kuliah, berhenti sejenak, dan akan melanjutkan segera berdasarkan apa yang kamu tulis di ask.fm yang sempat saya baca kamu sedang mencari kampus di Bali tapi ternyata ada pemilihan PI jadi kamu mendaftar PI.

Ratih Anggraini yang sudah ditinggal ayahmu pergi sejak usia delapan tahun adalah perempuan tangguh. Kamu, anak pertama yang menjadi tulang punggung keluarga pasti punya semangat juang yang tinggi. Jangan minder karena status pendidikan. Kamu satu-satunya yang istimewa. Dari 39 peserta, hanya kamu yang SMA dan seorang senior flight attendant. Betapa bangganya saya mengidolakan kamu. Saya turut berdoa semoga kamu mengisi salah satu spot top 3. Dan apapuj hasilnya nanti, saya senang karena pernah mendukung perempuan tangguh seperti kamu.




Salam kenal dan semangat dari L, penggemarmu di sebuah kota kecil di Jawa Timur.

Read more »